Ketua Umum PPBTPI Badaruddin Buang Sabang (tengah)/bantolo

PPBTPI Siap Penuhi Kebutuhan Benih Unggul Perkebunan

Agrofarm.co.id-Adanya rencana Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan Tahun 2018 sebagai Tahun Benih. Para penangkar ingin berpartisipasi mensukseskan program pemerintah. Untuk itulah dibentuk Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI).

Badaruddin Buang Sabang mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan benih tanaman perkebunan tidaklah mudah, karena harus tepat kualitas, waktu, jumlah dan sasaran.

Terkait kualitas benih musti berpedoman pada aturan pemerintah bahwa sumber benih berasal dari sumber benih bina. Jadi produksi benih unggul harus berasal dari benih ungggul bersertifikat dan berlabel, ujar Badaruddin di sela Acara Peringatan Hari Perkebunan di Yogyakarta, Minggu (10/12/2017).

Masalah waktu juga tidak mudah karena sumber benih tanaman itu, berbuahnya pada periode tertentu. Sementara kebutuhan sepanjang waktu. Sehingga dibutuhkan ketersediaan panen sumber benih, setelah diolah menjadi bibit tepat pada waktunya untuk ditanam, bebernya.

Pada saat ditanam harus di musim hujan dan tidak boleh di tanam pada musim kemarau. Ini dibutuhkan manajemen agar secara organisasi dapat ditata. Sehingga penyediaan bisa tersedia tepat waktu, terangnya.

Sementara jumlah benih harus dihitung secara matang. Kebutuhan tahun 2018 harus disiapkan pada tahun ini. Sementara tahun depan para penangkar belum mengetahui jumlah benih yang akan disiapkan. Kita membutuhkan informasi berapa banyak kebutuhan benih untuk pemerintah dan pasar bebas, jelasnya.

Repotnya memproduksi benih untuk proyek pemerintah, lanjutnya, terkadang sudah mendapatkan informasi sebuah terjadi perubahan itu karena kendala keuangan. Namun adanya program ini membantu petani dan penangkar dalam mempersiapkan benih unggul bersertifikat.

Dia menambahkan, penangkar benih berharap bisa memenuhi target pemerintah menciptakan desa mandiri benih di setiap daerah sentra perkebunan. Anggota yang ada di seluruh wilayah Indonesia juga telah melakukan pemberdayaan terhdap petani dan masyarakat untuk menjadi penangkar benh perkebunan, pungkasnya. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *