J. Kristiadi Pengamat Politik/ist

J. Kristiadi : Negara Maju Buat Instrumen untuk Hambat Ekspor Sawit

Agrofarm.co.id-Pengamat politik J. Kristiadi mengatakan, persoalan sawit di pasar internasional adalah persoalan kepentingan. Negara maju menggunakan segala instrumen untuk menghambat sawit. Negara maju membuat akal-akalan dengan macam-macam skema sertifikasi.

“Antar negara tidak ada pertemanan, yang ada persaingan. Sehingga Indonesia harus menggunakan keindonesiaan untuk memperjuangan sawit di kancah internasional,” kata Kristiadi, Senin (11/12/2017).

Menurutnya, sekarang sawit mulai diserang isu negatif, sebagai penyebab emisi rumah kaca dan melanggar hak ulayat. “Namun pada dasarnya mereka (red) mempersulit produk sawit kita agar tidak bisa ekspor ke Negara-negara maju,” ujar Kristiadi.

Salah satunya, adalah dengan memperkuat dan meyakinkan pihak asing bahwa Indonesia sangat berkomitmen dalam melakukan praktik budidaya perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. “Ini dibuktikan dengan adanya sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO).”

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menambahkan, Indonesia tidak gentar dengan resolusi sawit Uni Eropa, karena pasar ekspor sawit ke Uni Eropa hanya 15% dari total volume nasional.

“Apabila kita hentikan ekspor minyak sawit ke Eropa, saya yakin mereka akan kewalahan. Meskipun mereka mengakui impor sawit di Indonesia terus meningkat mencapai USD2 miliar,” ujar Edhy.

Menurutnya, resolusi sawit Uni Eropa adalah bukti bahwa antar negara tidak ada saling membantu. Resolusi sawit Uni Eropa membuat rakyat Indonesia susah. “DPR Indonesia telah minta kepada parlemen Uni Eropa untuk membatalkan resolusi tersebut,” katanya. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *