Beranda Sawit 2017, Produksi Minyak Sawit BGA Diperkirakan Naik

2017, Produksi Minyak Sawit BGA Diperkirakan Naik

BERBAGI
Hadi Fauzan Director of Corporate Affair dan Sustainability BGA. (Bimo Agrofarm)

Agrofarm.co.id- PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini meningkat dari tahun lalu. Untuk itu, perusahaan akan menambah kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) dan perluasan lahan perkebunan sawit.

Hadi Fauzan Director of Corporate Affair dan Sustainability BGA mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatkan produksi dan perluasan lahan perkebunan BGA yang saat ini berbasis di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Riau.

Ia menjelaskan BGA memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 176.712 hektar (ha) dimana 26% di antaranya adalah perkebunan plasma. “Kami berharap produksi minyak sawit kami lebih tinggi dari produksi tahun lalu tapi angkanya berapa persen masih perlu dicek dulu,” ujarnya pada Agrofarm Indonesia, akhir pekan lalu.

Adapun pada tahun 2016 total produksi CPO mencapai 701.304 ton dan palm kernel (PK)sebesar 138.175 ton. Kita masih mengharapkan ada pertumbuhan produksi tiap tahun, ujar Hadi. Meskipun, diakuinya, saat ini untuk mencari lahan baru sawit agak susah. Apalagi untuk menanam lewat ekspansi lebih sulit karena harus melewati beberapa proses yang harus dilewati oleh perusahaan.

Dahulu bisa menanam sawit seluas 10.000 hektar per tahun, tetapi kalau sekarang nggak bisa lagi, tandasnya. Meskipun begitu, lanjutnya, dalam lima tahun ke depan perusahaan masih tumbuh lantaran memiliki cadangan lahan (land bank).

Guna meningkatkan produksi sawitnya, BGA tengah menyelesaikan pembangunan satu pabrik kelapa sawit (PKS) ke-14 di Kalimantan Barat. Saat ini, BGA telah memiliki 13 PKS yang beroperasi dengan rata-rata produksi 60 ton per tandan buah segar (TBS) per jam.

Hadi mengatakan, selama ini pasokan TBS perusahaan berasal dari kebun inti dan plasma, dan sisanya dari petani swadaya yang berada di sekitar pabrik. Sementara hingga kuartal pertama 2017, produksi CPO BGA juga meningkat sebesar 22,5% menjadi 187.488 metrik ton dan PK naik 13,8% menjadi 37.335 metrik ton.

Pada tahun 2016, BGA mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 19,6% dari Rp 5,542 triliun pada tahun 2015 mnejadi Rp 6,630 triliun pada tahun 2016. Sedangkan pandapatan BGA naik 40% dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp 2,094 triliun.

Hadi menjelaskan selama ini, perusahaan menjual minyak sawit miliknya ke perusahaan kelapa sawit di dalam negeri. Sejauh ini penjualan produk minyak sawit BGA terbilang lancar karena mengikuti prinsip ramah lingkungan yang ditetapkan oleh pembeli.

Produksi TBS perusahaan pada tahun 2016 turun tipis dibandingkan tahun 2015. Pada tahun 2016, produksi TBS BGA sebesar 2,185.440 ton sementara pada tahun 2015 masih tinggi yakni 2,290.189 ton. Penurunan produksi TBS tersebut terjadi di hampir seluruh perkebunan kelapa sawit pada tahun lalu, sebagai akibat El Nino pada tahun 2015.

Selain itu, pendapatan BGA dari penjualan biodisel juga terus bertumbuh. Sejak mulai menjual biodiesel pada tahun 2015, telah memberikan kontribusi sebesar 4,7% untuk pendapatan perusahaan. Beledug Bantolo