Beranda Sawit 2017, Ekspor Sawit Diprediksi Capai 27 Juta Ton

2017, Ekspor Sawit Diprediksi Capai 27 Juta Ton

345
BERBAGI
Togar Sitanggang, Sekjen GAPKI /ist

Agrofarm.co.id – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksi ekspor produk CPO (crude palm oil) dan produk turunannya pada 2017 mencapai 27 juta ton, atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2016 sebesar 25,1 juta ton.

Sekretaris Jenderal GAPKI Togar Sitanggang menyatakan, ekspor produk sawit diharapkan meningkat meskipun tercatat pada 2016 menurun sebesar 5%. “Untuk 2017, ekspor masih sedikit konservatif,” ujar Togar.

Berdasarkan data GAPKI, ekspor  terbagi dalam bentuk CPO sebanyak 5,5 juta ton, produk refine CPO sebanyak 18 juta to, palm kernel oil (PKO) dan refine PKO sebanyak 1,5 juta ton, biodiesel 500.000 ton dan oleokimia sebanyak 1,5 juta ton.

“Tahun 2017, harapannya pemerintah membantu dalam menyelesaikan hambatan perdagangan di berbagai negara sehingga mencapai target peningkatan ekspor Indonesia,” kata Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono.

Togar menambahkan, produksi minyak sawit 2017 diperkirakan mencapai 38,7juta ton, meliputi 35,5 juta ton CPO dan 3,2 juta ton CPKO. Produksi naik sekitar 12% dari 2016. Faktor pendukungnya adalah curah hujan pada 2016 yang lebih tinggi dari 2015.

Menurutnya, kondisi itu diharapkan memperbaiki produksi 2017. Kemudian, dampak El Nino 2015 juga sudah menghilang, ditambah sepanjang 2012 ada penambahan areal tanam seluas 500.000 hektar (ha) dan 2013 seluas 800.000 ha. “Ini berdasarkan data Ditjen Perkebunan Kementan. Tanaman baru itu menolong produksi,” kata Togar.

Joko mengungkapkan, prospek industri minyak sawit di tahun 2017 diperkirakan masih cukup cerah karena terus digalakkannya  mandatori  biodiesel  di  dalam  negeri. Apalagi   Negeri  Jiran,  Malaysia  juga  sudah  mulai  meningkatkan mandatori  biodiesel.

“Jika  mandatori biodiesel Indonesia  dan  Malaysia  berjalan  dengan  konsisten,  maka  penggunaan minyak sawit di dalam negeri kedua negara penghasil minyak sawit ini akan tinggi dan pasokan kepada  pasar global akan berkurang, apalagi jika produksi sawit tidak meningkat dengan signifikan. Hal ini tentu saja akan mendongkrak harga sawit di pasar global,” jelasnya.

Togar mengatakan, tahun ini konsumsi biodiesel dalam negeri meningkat dibandingkan tahun lalu. Dia memprediksi, penggunaan biodiesel tahun 2017 sebanyak 3 juta ton. Sementara tahun lalu berkisar antara 2,8-2,9 juta ton. “2017 konsumsi biodiesel 3 juta ton dan ini sudah termasuk untuk PSO dan Non PSO,” ujar Togar. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here